Yayasan Visi Misi Program Kerja A
Yayasan Sarana Belajar SDM Marketing Pengembangan
Kurikulum Proses Belajar Evaluasi Belajar
Proses Belajar Ekskul Praktek Dakwah B
Permen Tahun 2008 Permen Standard Guru Kerangka Dasar Kurikulum Standard Mata Pelajaran Coba
Lihat web site lama kami
24.5.10 | 2:10 PM | 0 Comments

SMPIT OIS Depok Foto Bersama Siswa Siswi

Foto siswa siswi SMPIT Otodidak Islamic School Depok, bersama Guru kami tercinta.
Angkatan pertama SMPIT OIS Depok yang membuka jalan prestasi sukses 100% lulus UAN tahun 2009.
Angkatan pertama dan angkatan kedua siswi SMPIT OIS Depok bersama guru kami yang membantu prestasi sukses UAN tahun 2009 dan 2010. Angkatan kedua siswa siswi SMPIT OIS Depok bersama guru kami yang menjadi pendidik dan sahabat diskusi kami sehari-hari.


Readmore »»

SMPIT OIS Depok Test Siswa Baru

Kumpulan tes buta warna (colorblind test) untuk seleksi penerimaan siswa baru SMPIT OIS Depok yang bisa dilakukan secara online di Internet.
Mengenal buta warna, apa itu buta warna? Semacam Penyakit?
What Is Colorblindness?
Many people think anyone labeled as "colorblind" only sees black and white - like watching a black and white movie or television. This is a big misconception and not true. It is extremely rare to be totally color blind (monochromasy - complete absence of any color sensation). There are many different types and degrees of colorblindness - more correctly called color vision deficiencies.
Silakan ikuti tes berikut ini dengan menjawab soal-soal test buta warna yang diberikan.

Soal 1
Carilah sebuah kotak, lingkaran dan bintang pada kartu dibawah ini..

Soal 2
Dalam tiga detik, temukan sebuah lingkaran, persegi atau sebuah bintang dari gambar dibawah ini.


Soal 3
Lagi. Dalam tiga detik, temukan sebuah lingkaran, persegi atau sebuah bintang dari gambar berikut.


Soal 4
Dibawah ini perhatikan gambar di atas. Lalu coba cari gambar salah satu benda yang ada di gambar atas pada gambar yang ada dibawahnya.




Disclaimer : berhasil menjalani test di artikel yang disarikan Blogger Ceria dari colorvisiontesting ini tidak menjamin Anda bebas dari buta warna. Untuk lebih pastinya bisa konsultasi langsung ke dokter ato jalani lagi test yang ada di buku-buku kumpulan soal buta warna..

Nah berikut ini jawaban dari soal-soal yang ada diatas..

Jawaban 1 : Semua orang dapat melihat gambar persegi, bintang dan lingkaran
Jawaban 2 : Orang dengan buta warna hanya dapat melihat gambar lingkaran
Jawaban 3 : Orang dengan buta warna hanya bisa melihat gambar persegi
Jawaban 4 : Orang dengan buta warna tidak akan melihat gambar apa-apa
Readmore »»
21.5.10 | 11:06 AM | 0 Comments

SMPIT OIS Depok Kelebihan proses belajar kami

Guru SMPIT OIS Depok bukan saja berfungsi sebagai pengajar namun harus mampu menjadi teman diskusi untuk suksesnya proses pendidikan.

SMPIT OIS Depok membatasi jumlah siswa setiap kelas agar siswa dapat lebih fokus menerima pelajaran dan Guru SMPIT OIS Depok mudah melakukan monitoring jalannya proses penerimaan materi belajar oleh siswanya.
Moving proccess

SMPIT OIS Depok memberi kesempatan siswa mengikuti remedial untuk mengejar ketinggalan materi belajar maupun untuk meningkatkan quota nilai agar memenuhi standard nilai SMPIT OIS Depok.




Readmore »»
20.5.10 | 6:48 PM | 0 Comments

SMPIT OIS Depok, Bermain, berlomba dan belajar

Kegiatan kami saat memperingati hari Kemerdekaan tanggal 17 Agustus. Pilihan jenis permainan yang mengandung unsur mendidik.
Bermain sambil belajar, kami saat sebelum lomba memperingati hari Kemerdekaan 17 Agustus

Memilih jenis lomba yang juga mengandung unsur mendidik, belajar melihat masa depan secara fokus dan belajar mensyukuri nikmat penglihatan yang dianugrahkan Allah pada kita.

Mendidik kebersamaan dalam mencapai tujuan.

















Readmore »»
18.5.10 | 2:05 PM | 0 Comments

SMPIT OIS Depok Brosur PSB

Penerimaan siswa baru dilakukan setiap tahun ajaran baru dengan jumlah siswa yang diterima sesuai kapasitas yang tersedia.

Dari brosure yang kami sampaikan, anda dapat lebih mengenal lebih dalam lagi tentang sekolah ini termasuk mengetahui proses pengolahan Kurikulum dalam Dapur Kurikulum kami dan tenaga Pengajar yang tidak saja berfungsi sebagai Guru, namun dapat berperan sebagai teman dan sahabat bagi siswa didiknya.





Readmore »»
17.5.10 | 12:19 PM | 0 Comments

SMPIT OIS Depok, Mencapai anak prestasi dan akhlak terpuji

Melalui kurikulum diknas yang telah kami modifikasi dan pengkayaan materi keagamaan, insya Allah akan menghasilkan anak didik yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Dari sarana belajar yang kami miliki, lokasi yang jauh dari keramaian dan program belajar yang tersusun serta transparan dan bertanggung jawab, akan terwujud anak-anak didik yang sehat, ceria dan mudah mengikuti proses belajar.

Readmore »»

SMPIT OIS Depok, Sejarah Berdirinya Bangunan Sekolah

Atas izin Allah swt pembangunan dimulai bulan Desember 2004 dan selesai bulan Mei 2005
berawal dari sebidang tanah, dengan niat ikut berperan aktif menyediakan sarana belajar berwawasan plus keagamaan dan harapan membentuk anak didik yang cerdas dengan akhlak mulia, kami berikhtiar dan berdoa sehingga Allah mengizinkan berdirinya sekolah ini.

Readmore »»

SMPIT OIS Depok, Program Jangka Pendek dan Jangka Panjang Sekolah

Sekolah Menengah Pertama Otodidak Islamic School memiliki Program Jangka Pendek dan Jangka Panjang sebagai berikut :

Program Jangka Pendek :
1. Menyelenggarakan kegiatan Operasional belajar mengajar dengan Kurikulum
Nasional Plus.
2. Memiliki tenaga Pengajar yang berkualitas Mengajar dan Mendidik.
3. Menghasilkan kelulusan angkatan pertama dan seterusnya dengan prestasi baik.
4. Melengkapi bertahap fasilitas sarana dan prasarana belajar.
5. Memperhatikan kebutuhan Guru dan Siswa.
6. Menjalin keterpaduan Sekolah dengan Lingkungan sekitar.
7. Memberikan kontribusi kepada Diknas dan pihak terkait lainnya dalam Dunia
Pendidikan.

Program Jangka Panjang :
1. Mengembangkan Strategi belajar mengajar dengan Trend Sistem Pendidikan
terkini.
2. Mengembangkan lokasi Sekolah melebar kebelakang dan samping kiri Sekolah.
3. Membuka Penyelenggaraan Sekolah ke tingkat SMA dan Perguruan Tinggi.
4. Memberikan kontribusi kepada Diknas dan pihak terkait lainnya dalam Dunia
Pendidikan.
5. Meningkatkan keterpaduan Sekolah dengan Lingkungan sekitar.
Readmore »»
13.5.10 | 11:40 PM | 0 Comments

SMPIT OIS Depok, AD ART Yayasan Qiblat Ilmu

ANGGARAN DASAR
YAYASAN QIBLAT ILMU
OTODIDAK ISLAMIC SCHOOL


PEMBUKAAN
Profesionalisme dan keimanan bagaikan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dan harus dibarengi dengan nilai keimanan oleh setiap insan manusia berkualitas.
Yayasan Qiblat Ilmu berupaya mewujudkan cita-cita tersebut melalui Penyelenggaraan Pendidikan yang memang merupakan tujuan dakwah dan syiar Yayasan.Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan dukungan Instansi berwenang dan peran aktif masyarakat sehingga Lembaga Pendidikan Otodidak Islamic School dapat menjadi wadah pendidikan yang mandiri, berkualitas dan mampu mengakomodasi keinginan serta aspirasi masyarakat.

BAB I
PENGERTIAN, NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1
Pengertian
Anggaran Dasar Yayasan ini adalah aturan dasar yang mengatur Penyelenggaraan Pendidikan.
Anggaran Rumah Tangga Yayasan ini adalah aturan yang mengatur lebih rinci dari aturan yang ada pada Anggaran Dasar Yayasan yang mengatur Penyelenggaraan Pendidikan.

Pasal 2
Nama, Waktu, dan Tempat Kedudukan
Yayasan memiliki nama sebagai Yayasan Qiblat Ilmu.
Yayasan Qiblat Ilmu berdiri berdasarkan akta notaris nomor 2 tanggal 26 Juni 2003.
Yayasan Qiblat Ilmu mendirikan Lembaga Pendidikan yang diberi nama Otodidak Islamic School yang selanjutnya dapat disebut LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu dan LP OIS berkedudukan di Kota Depok Jawa Barat.


BAB II
DASAR DAN AZAS

Pasal 3
LP OIS berazaskan pada al-Qur’an dan Hadits serta memiliki dasar pertimbangan yang mengutamakan kemaslahatan umat.

BAB III
SIFAT, TUJUAN, PERAN DAN FUNGSI

Pasal 4
Sifat
Yayasan Qiblat Ilmu memberikan mandat dan kebebasan atas Penyelenggaraan Pendidikan kepada LP OIS sesuai dengan cita-cita dan tujuan yang tersebut pada pembukaan di atas.
LP OIS bersifat mandiri dan tidak berafiliasi pada ormas atau orsospol manapun.
Hubungan kerja Yayasan Qiblat Ilmu dengan LP OIS hanya bersifat koordinasi dan tidak memiliki hubungan hierarkis.

Pasal 5
Tujuan
Yayasan Qiblat Ilmu bertujuan menyediakan sarana pendidikan yang berkualitas dan Islami
LP OIS memberikan layanan Penyelenggaraan Pendidikan dengan tujuan mencapai Prestasi dengan Akhlak Terpuji kepada seluruh lapisan masyarakat.
.
Yayasan Qiblat Ilmu mewadahi dan menyalurkan aspirasi, prakarsa dari para wali murid dan masyarakat untuk membantu terwujudnya kebijakan strategis dalam rangka melaksanakan pengembangan pendidikan di LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu meningkatkan tanggung jawab dan peran aktif wali murid dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan di LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu membantu terciptanya suasana yang kondusif, transparan, akuntabel, dan demokratis dalam pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan di LP OIS, sehingga dapat mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efektif.

Pasal 6
Peran
Yayasan Qiblat Ilmu berperan dalam mendorong perhatian, dukungan, peran aktif dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan efektif di LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu berperan melakukan kerjasama dengan masyarakat (perorangan/organisasi/dunia usaha dunia industri) dan pemerintah berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu di LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu berperan menampung, menganalisis, dan menyalurkan aspirasi, ide, tuntutan, dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat kepada Managemen LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu berperan memberikan masukan, pertimbangan, dan rekomendasi kepada Pimpinan LP OIS mengenai :
a. Kebijakan dan Program Pendidikan.
b. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja.
c. Kriteria Kinerja Pendidikan.
d. Kriteria finansial Pendidikan.

Yayasan Qiblat Ilmu berperan menggalang dana dari para orang tua murid/wali murid dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan pendidikan di LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu berperan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan, program, penyelenggaraan, dan keluaran pendidikan di LP OIS.

Pasal 7
Fungsi
Yayasan Qiblat Ilmu berfungsi sebagai Pemberi Pertimbangan (advisory agency), dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan di LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu berfungsi sebagai Pendukung (supporting agency), baik yang berwujud financial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu berfungsi sebagai Pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas atas penyelenggaraaan pendidikan di LP OIS.
Yayasan Qiblat Ilmu berfungsi sebagai Mediator (mediator agency) antara pemerintah (eksekutif), masyarakat dan lembaga lainnya.

BAB IV
PERANGKAT ORGANISASI DAN PENGURUS

Pasal 8
Perangkat Organisasi
Pengurus Yayasan Qiblat Ilmu terdiri dari Ketua, Pembina dan Ketua Bidang Dakwah, Pendidikan dan Sosial.
Organisasi dan Pengurus LP OIS ditetapkan sesuai kebutuhan LP OIS.

Pasal 9
Pengurus
Untuk pertama kali Pengurus Yayasan Qiblat Ilmu dipilih dan ditetapkan dalam Rapat Khusus Yayasan dan disahkan dengan Surat Keputusan Yayasan No. 001/SK/Q-Ilmu,Int/VI/2003 tanggal 6 Mei 2003.
Pengurus Yayasan Qiblat Ilmu sekurang-kurangnya 7 (tujuh) orang dan atau jumlahnya harus ganjil.
Susunan pengurus terdiri dari :
a. Ketua.
b. Pembina.
c. Sekretaris.
d. Bendahara.
e. Ketua Bidang Dakwah.
f. Ketua Bidang Pendidikan.
g. Ketua Bidang Sosial.
Pembentukan Bidang disesuaikan dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi.
Tata cara pemilihan pengurus diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Yayasan Qiblat Ilmu.

Pasal 10
Masa Bakti Pengurus
Masa bakti pengurus Yayasan Qiblat Ilmu adalah selama 5 (lima) tahun.
Ketua Yayasan dapat merangkap menjadi Direktur Sekolah LP OIS.
Masa bakti Pengurus LP OIS sesuai dengan keputusan Yayasan.

BAB V
HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS YAYASAN
Pasal 11
Hak Pengurus Yayasan
Setiap Pengurus Yayasan Qiblat Ilmu memiliki hak sebagai berikut :
1. Hak Bicara
2. Hak Suara
3. Hak Pilih
4. Hak Membela Diri
Tata cara penggunaan Hak Pengurus diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 12
Kewajiban Pengurus Yayasan
Setiap Pengurus Yayasan berkewajiban sebagai berikut :
1. Menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan Yayasan Qiblat Ilmu dan LP OIS.
2. Mematuhi Anggaran Dasar Yayasan, Anggaran Rumah Tangga, dan Keputusan Organisasi
Tata cara dalam melaksanakan Kewajiban Pengurus diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VI
RAPAT-RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 13
Rapat-rapat
Rapat yang dilakukan Yayasan Qiblat Ilmu terdiri dari :
a. Musyawarah Yayasan, diselenggarakan setiap 3 (tiga) tahun dan dihadiri oleh Pengurus Yayasan Qiblat Ilmu dan Direktur Sekolah dan atau utusan LP OIS.
b. Rapat Tahunan diselenggarakan setiap 1 (satu) tahun dan dihadiri oleh Pengurus Yayasan dan Direktur Sekolah dan atau LP OIS.
c. Jenis Rapat Yayasan terdiri dari :
1. Rapat Pengurus Harian
2. Rapat Bidang
3. Rapat Pleno Pengurus
Tata cara rapat diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Yayasan Qiblat Ilmu.

Pasal 15
Pengambilan Keputusan
Keputusan rapat diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat dan apabila tidak tercapai, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
Tata cara pengambilan suara terbanyak diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VII
KEUANGAN DAN SARANA PRASARANA

Pasal 16
Keuangan
Keuangan LP OIS diperoleh dari :
a. Pengalihan harta kekayaan pemilik Sekolah.
b. Iuran Orangtua / wali murid.
c. Bantuan dan atau Pinjaman Yayasan Qiblat Ilmu.
d. Bantuan dari pihak lain yang tidak mengikat kepentingan Yayasan dan LP OIS.
e. Zakat, Infaq, dan Shodaqoh
f. Sponsor dan atau usaha lain yang sah dan halal
Tata cara pengelolaan keuangan dan kekayaan organisasi diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.


Pasal 17
Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana LP OIS diperoleh dari :
a. Pengalihan harta kekayaan pemilik Sekolah
b. Bantuan dan atau pinjaman dari Yayasan Qiblat Ilmu.
c. Bantuan pihak lain yang tidak mengikat.
Sarana dan Prasarana dicatat dan diadministrasikan secara baik dan tertib.

BAB VIII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 18
Anggaran Dasar LP OIS dan Anggaran Rumah Tangga LP OIS hanya dapat diubah oleh/pada Musyawarah Yayasan dan atau Keputusan Pemilik Sekolah.
Musyawarah dianggap sah apabila dihadiri Yayasan dan Pemilik Sekolah ditambah sekurang-kurangnya separuh tambah 1 dari jumlah Pengurus Yayasan dan atau Utusan LP OIS.
Perubahan Anggaran Dasar dinyatakan sah apabila mendapat persetujuan Yayasan dan Pemilik Sekolah ditambah sekurang-kurangnya separuh tambah 1 dari jumlah Pengurus Yayasan dan atau Utusan LP OIS.

Pasal 19
Pembubaran Organisasi
1. LP OIS dinyatakan bubar berdasarkan keputusan Pengadilan atau. keputusan internal.
2. Setelah dinyatakan bubar semua kekayaan LP OIS diserahkan kembali kepada Pemilik Sekolah sebagai pihak yang menginvestasikan kekayaannya dalam penyelenggaraan sekolah di LP OIS.
3. LP OIS melaporkan hasil keputusan kepada Yayasan Qiblat Ilmu.

BAB IX
PENUTUP

Pasal 20
Ketentuan Lain
1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar LP OIS ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga LP OIS.
2. Anggaran Dasar ini berlaku sejak ditetapkan.

Ditetapkan di : D e p o k
Pada Tanggal : 6 Mei 2003

Yayasan Qiblat Ilmu,
Ketua, Sekretaris,


Hj.Pudjiastuti Y a n t i
































ANGGARAN RUMAH TANGGA
YAYASAN QIBLAT ILMU
OTODIDAK ISLAMIC SCHOOL

BAB I
PERAN DAN FUNGSI

Pasal 1
Untuk melaksanakan peran dan fungsi LP OIS diatur dalam Keputusan Organisasi yang disusun oleh Pengurus Harian dan disahkan dalam Rapat Pleno Yayasan Qiblat Ilmu.

BAB II
KEANGGOTAAN

Pasal 2
Pengurus LP OIS terdiri atas Managemen Sekolah dan Managemen Pengajaran.
Pengurus LP OIS dapat berasal dari komponen-komponen sebagai berikut :
1. Perwakilan orangtua/wali murid berdasarkan jenjang pendidikan.
2. Pekerja Pendidikan di masyarakat.
3. Unsur Yayasan Qiblat Ilmu.
4. Tokoh masyarakat yaitu orang yang berpengaruh di lingkungan masyarakat di wilayah NKRI, yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya terhadap LP OIS.
5. Pakar Pendidikan yang mempunyai perhatian pada peningkatan mutu pendidikan
6. Perwakilan alumni LP OIS yang telah dewasa dan mandiri.

Pasal 3
Tata cara Pemilihan Pengurus
1. Calon Pengurus yang berasal dari unsur masyarakat diajukan melalui surat permohonan kepada Pimpinan LP OIS.
2. Calon Pengurus yang berasal dari unsur Tokoh Masyarakat dan Pakar Pendidikan dapat diusulkan oleh Yayasan Qiblat Ilmu kepada Pimpinan LP OIS.
3. Calon Pengurus dari unsur Yayasan diusulkan oleh Yayasan dengan mengajukan permohonan menjadi Pengurus LP OIS.
4. Calon pengurus LP OIS yang tercatat berdasarkan permohonan dan usulan, kemudian diinventarisir dan diseleksi oleh tim khusus yang dibentuk.
5. Hasil seleksi calon pengurus LP OIS oleh tim khusus dianalisis, dipilih, dan ditetapkan oleh Pimpinan LP OIS dan dapat melalui pertimbangan masukan dari anggota.
6. Pemilihan calon Pengurus LP OIS dilakukan apabila pendaftar dan usulan melebihi ketentuan jumlah yang diperlukan.
7. Anggota terpilih ditetapkan dalam Rapat Pleno, kemudian diusulkan oleh Pimpinan LP OIS untuk mendapatkan Surat Keputusan dari Yayasan.

Pasal 4
Kewajiban Pengurus
1. Setiap Pengurus LP OIS, berkewajiban untuk :
a. Menjunjung tinggi nama dan kehormatan LP OIS dan Yayasan Qiblat Ilmu baik di dalam maupun di luar organisasi
b. Mematuhi AD/ART dan Peraturan serta Keputusan Organisasi
c. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan program organisasi secara aktif dan bertanggungjawab
2. Setiap Pengurus LP OIS dilarang memanfaatkan LP OIS untuk kepentingan pribadi, kelompok, golongan, maupun orsospol tertentu.

Pasal 5
Hak Pengurus
Yang dimaksud hak pengurus adalah :
a. Hak Bicara yaitu hak untuk menyampaikan atau mengeluarkan pendapat atau pandangan baik secara lisan maupun secara tertulis.
b. Hak Suara yaitu hak setiap pengurus bahwa ia memiliki satu suara dan dapat digunakan setiap diadakan pemungutan suara
c. Hak Pilih yaitu hak setiap pengurus untuk dapat memilih dan dipilih menjadi anggota tim khusus atau kepanitiaan yang dibutuhkan organisasi
d. Hak membela diri dan memperoleh perlindungan hukum yaitu hak setiap anggota untuk membela diri jika dianggap bersalah dan mendapatkan pembelaan serta perlindungan hukum dalam menjalankan tugas organisasi

BAB III
DISIPLIN ORGANISASI

Pasal 6
Tindakan Disiplin Organisasi
1. Tindakan disiplin dapat dikenakan kepada setiap anggota maupun pengurus yang menurut keputusan LP OIS telah melanggar Anggaran Dasar LP OIS dan Anggaran Rumah Tangga LP OIS dan disampaikan melalui Keputusan Yayasan.
2. Tindakan disiplin diberikan menurut berat ringannya pelanggaran yang dilakukan yang dapat berupa :
a. Peringatan secara Lisan
b. Peringatan secara tertulis
c. Pembebasan tugas selaku pengurus
d. Pemberhentian sebagai anggota LP OIS.
3. Sebelum tindakan disiplin diberikan, perlu diadakan rapat sesuai dengan tempat dan tingkat kejadian perkara untuk membentuk tim khusus yang bertugas mengadakan penelitian dan penyelidikan secara saksama atas anggapan pelanggaran yang dilakukan
4. Bagi yang dianggap melanggar disiplin diberi kesempatan untuk membela diri
5. Penerapan sanksi yang berupa pemberhentian sebagai anggota, ditetapkan berdasarkan Rapat LP OIS dan dicarikan penggantinya dengan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.

BAB IV
SUSUNAN PENGURUS DAN PERANGKAT ORGANISASI

Pasal 7
Susunan Pengurus dan Perangkat Organisasi
1. Pengurus Harian LP OIS terdiri dari 8 orang dengan struktur organisasi sebagai berikut :
a. Seorang Direktur Sekolah
b. Seorang Manager Sekolah
c. Seorang Manager Pendidikan
d. Seorang Kepala Bidang Marketing dan Pengembangan.
e. Seorang Kepala Bidang Kurikulum.
f. Seorang Kepala Bidang Administrasi dan Keuangan.
g. Seorang Kepala Bidan Sumber Daya dan Logistik.
h. Seorang Kepala Bidang Kesiswaan.
2. Struktur organisasi dilengkapi dengan bidang bidang yang disusun dan disahkan oleh Pengurus LP OIS.
3. Struktur organisasi dan susunan pengurus LP OIS ditetapkan dalam Keputusan Yayasan.
4. Susunan Pengurus LP OIS minimal terdiri dari Direktur Sekolah dan Ketua Bidang sesuai dengan kebutuhan

Pasal 8
Pergantian Pengurus dan Pengurus Antar Waktu
1. Kekosongan anggota LP OIS dapat terjadi karena yang bersangkutan mengundurkan diri, diberhentikan atau meninggal dunia.
2. Pergantian anggota antar waktu dilakukan sesuai ketentuan Anggaran Rumah Tangga LP OIS.
3. Pergantian Pengurus dapat dilakukan melalui Rapat atau keputusan Direktur Sekolah.

BAB V
TATA CARA RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 9
Tata Cara Rapat
1. Rapat Pengurus dianggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang, termasuk Direktur Sekolah, Kepala Bidang Ketua, dan pengurus lainnya.
2. Rapat Pengurus Harian dilakukan sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sekali
3. Rapat Bidang dianggap sah apabila dihadiri oleh seluruh Pengurus Bidang dan sekurang-kurangnya seorang Pengurus Harian dan disahkan oleh Direktur Sekolah.
4. Rapat Bidang dilakukan berdasarkan kebutuhan
5. Rapat Pleno dianggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya ½ + 1 anggota atau sesuai keputusan Direktur Sekolah maka selanjutnya rapat dianggap sah
6. Rapat Pleno dilakukan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali atau dapat juga disebut sebagai Rapat Semester.

Pasal 10
Tata Cara Pengambilan Keputusan
1. Keputusan rapat diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat, apabila tidak maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak dengan cara pemungutan suara atau sesuai keputusan Direktur Sekolah.
2. Jika keputusan rapat tersebut menyangkut nama orang, maka pemungutan suara dilakukan secara tertutup.


BAB VI
LAPORAN KEGIATAN DAN KEUANGAN

Pasal 11
Laporan Kegiatan dan Keuangan
1. Setiap akhir semester, Kepala Bidang dan atau pengurus wajib mempertanggungjawabkan kegiatannya kepada Direktur Sekolah dan Yayasan
2. Setiap akhir tahun anggaran, Kepala Bidang Keuangan wajib melaporkan kegiatan keuangan LP OIS kepada Direktur Sekolah dan Yayasan.

BAB VII
PENUTUP

Pasal 12
1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga LP OIS ini akan diatur dalam Peraturan Khusus atau keputusan Direktur Sekolah melalui Rapat Pleno LP OIS.
2. Anggaran Rumah Tangga LP OIS mulai berlaku sejak ditetapkan


Ditetapkan di : D e p o k
Pada tanggal : 6 Mei 2003

Yayasan Qiblat Ilmu,

Ketua, Sekretaris,


Hj.Pudjiastuti Y a n t i


Readmore »»
12.5.10 | 12:37 PM | 0 Comments

SMPIT OIS Depok, Permendiknas Standarisasi SMP

Tambah Gambar
Peraturan Menteri tentang standarisasi Kurikulum tingkat sekolah menengah pertama.

2. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)/MADRASAH TSANAWIYAH (MTs)
a. Pendidikan Agama Islam SMP/MTs
1. Menerapkan tata cara membaca Al-qur’an menurut tajwid, mulai dari cara membaca
“Al”- Syamsiyah dan “Al”- Qomariyah sampai kepada menerapkan hukum bacaan mad
dan waqaf
2. Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukun iman mulai dari
iman kepada Allah sampai kepada iman pada Qadha dan Qadar serta Asmaul Husna
3. Menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dan tasawuh dan
menjauhkan diri dari perilaku tercela seperti ananiah, hasad, ghadab dan namimah
4. Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik shalat
wajib maupun shalat sunat
5. Memahami dan meneladani sejarah Nabi Muhammad dan
para shahabat serta menceritakan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di
nusantara
b. Pendidikan Agama Kristen SMP
1. Menjelaskan karya Allah dan penyelamatan bagi manusia dan seluruh ciptaan
2. Menginternalisasi nilai-nilai kristiani
dengan menanggapinya secara nyata
3. Bertanggung jawab terhadap diri dan sesamanya, masyarakat dan gereja sebagai orang yang sudah diselamatkan c. Pendidikan Agama Katolik SMP 1. Peserta didik dapat menguraikan pemahaman tentang pribadinya sebagai pria dan wanita yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan untuk berelasi dengan sesama dan lingkungannya. 2. Peserta didik dapat menguraikan pemahamannya tentang Yesus Kristus dan bagaimana meneladani Yesus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan Allah 3. Peserta didik dapat menguraikan makna Gereja sebagai sakramen keselamatan dan bagaimana mewujudkannya dalam hidup nyata. 4. Peserta didik dapat menguraikan pamahaman tentang hidup bermasyarakat dan bagaimana melaksanakan kehidupan bermasyarakat sesuai ajaran Firman Allah dan pengajaran Yesus Kristus. d. Pendidikan Agama Hindu SMP 1. Meyakini kemahakuasaan Sang Hyang Widhi (Tuhan) sebagai Asta Aiswarya, Awatara, Dewa dan Bhatara 2. Memahami ajaran Sad Ripu, Sad Atatayi, Sapta Timira sebagai aspek diri yang harus dihindari 20
3. Memahami latar belakang timbulnya Yadnya dan hakikatnya 4. Memahami Weda sebagai kitab suci dan para Rsi penerima wahyu 5. Memahami keberadaan orang suci agama Hindu 6. Memahami hari-hari suci keagamaan dan hakikatnya 7. Memahami ajaran kepemimpinan Hindu 8. Memahami hubungan Bhuana Agung dan Bhuana Alit 9. Memahami Dharma Gita, sejarah masuknya agama Hindu ke Indonesia, dan keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia e. Pendidikan Agama Buddha SMP 1. Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tri Ratna dengan mengetahui fungsi serta terefleksi dalam moralitas (sila), meditasi (samadhi), dan kebijaksanaan (panna) 2. Membaca Paritta dan Dhammapada serta mengerti artinya 3. Beribadah (kebaktian) dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan masingmasing aliran 4. Meneladani sifat, sikap dan kepribadian Buddha, Bodhisattva, dan para siswa utama Buddha 5. Memiliki kemampuan dasar berpikir logis, kritis, dan kreatif untuk memecahkan masalah 6. Memahami sejarah kehidupan Buddha Gotama 7. Mengungkapkan sejarah perkembangan agama Buddha 8. Memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan di SMA f. Pendidikan Kewarganegaraan SMP/MTs 1. Memahami dan menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma kebiasaan, adat istiadat, dan peraturan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 2. Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sesuai dengan suasana kebatinan konstitusi pertama 3. Menghargai perbedaan dan kemerdekaan dalam mengemukakan pendapat dengan bertanggung jawab 4. Menampilkan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 5. Menunjukkan sikap positif terhadap pelaksanaan kehidupan demokrasi dan kedaulatan rakyat 6. Menjelaskan makna otonomi daerah, dan hubungan antara pemerintahan pusat dan daerah 21
7. Menunjukkan sikap kritis dan apresiatif terhadap dampak globalisasi 8. Memahami prestasi diri untuk berprestasi sesuai dengan keindividuannya g. Bahasa Indonesia SMP/MTs 1. Mendengarkan Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara, pelaporan, penyampaian berita radio/TV, dialog interaktif, pidato, khotbah/ceramah, dan pembacaan berbagai karya sastra berbentuk dongeng, puisi, drama, novel remaja, syair, kutipan, dan sinopsis novel 2. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, pengalaman, pendapat, dan komentar dalam kegiatan wawancara, presentasi laporan, diskusi, protokoler, dan pidato, serta dalam berbagai karya sastra berbentuk cerita pendek, novel remaja, puisi, dan drama 3. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami berbagai bentuk wacana tulis, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerita pendek, drama, novel remaja, antologi puisi, novel dari berbagai angkatan 4. Menulis Melakukan berbagai kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk buku harian, surat pribadi, pesan singkat, laporan, surat dinas, petunjuk, rangkuman, teks berita, slogan, poster, iklan baris, resensi, karangan, karya ilmiah sederhana, pidato, surat pembaca, dan berbagai karya sastra berbentuk pantun, dongeng, puisi, drama, puisi, dan cerpen 22
h. Bahasa Inggris SMP/MTs 1. Mendengarkan Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari 3. Membaca Memahami makna dalam wacana tertulis interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari 4. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari i. Matematika SMP/MTs 1. Memahami konsep bilangan real, operasi hitung dan sifat-sifatnya (komutatif, asosiatif, distributif), barisan bilangan sederhana (barisan aritmetika dan sifatsifatnya), serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 2. Memahami konsep aljabar meliputi: bentuk aljabar dan unsur-unsurnya, persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya, himpunan dan operasinya, relasi, fungsi dan grafiknya, sistem persamaan linear dan penyelesaiannya, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 3. Memahami bangun-bangun geometri, unsur-unsur dan sifat-sifatnya, ukuran dan pengukurannya, meliputi: hubungan antar garis, sudut (melukis sudut dan membagi sudut), segitiga (termasuk melukis segitiga) dan segi empat, teorema Pythagoras, lingkaran (garis singgung sekutu, lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya), kubus, balok, prisma, limas dan jaringjaringnya, kesebangunan dan kongruensi, tabung, kerucut, bola, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 4. Memahami konsep data, pengumpulan dan penyajian data (dengan tabel, gambar, diagram, grafik), rentangan data, rerata hitung, modus dan median, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah 5. Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian, serta memanfaatkan dalam pemecahan masalah 6. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 23
7. Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerja sama j. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs 1. Melakukan pengamatan dengan peralatan yang sesuai, melaksanakan percobaan sesuai prosedur, mencatat hasil pengamatan dan pengukuran dalam tabel dan grafik yang sesuai, membuat kesimpulan dan mengkomunikasikannya secara lisan dan tertulis sesuai dengan bukti yang diperoleh 2. Memahami keanekaragaman hayati, klasifikasi keragamannya berdasarkan ciri, cara-cara pelestariannya, serta saling ketergantungan antar makhluk hidup di dalam ekosistem 3. Memahami sistem organ pada manusia dan kelangsungan makhluk hidup 4. Memahami konsep partikel materi, berbagai bentuk, sifat dan wujud zat, perubahan, dan kegunaannya 5. Memahami konsep gaya, usaha, energi, getaran, gelombang, optik, listrik, magnet dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 6. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya k. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs 1. Mendeskripsikan keanekaragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan 2. Memahami proses interaksi dan sosialisasi dalam pembentukan kepribadian manusia 3. Membuat sketsa dan peta wilayah serta menggunakan peta, atlas, dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan 4. Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi di geosfer dan dampaknya terhadap kehidupan 5. Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan sejak Pra-Aksara, Hindu Budha, sampai masa Kolonial Eropa 6. Mengidentifikasikan upaya penanggulangan permasalahan kependudukan dan lingkungan hidup dalam pembangunan berkelanjutan 7. Memahami proses kebangkitan nasional, usaha persiapan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia 8. Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya dan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan, serta mengidentifikasi berbagai penyakit sosial sebagai akibat penyimpangan sosial dalam masyarakat, dan upaya pencegahannya 24
9. Mengidentifikasi region-region di permukaan bumi berkenaan dengan pembagian permukaan bumi atas benua dan samudera, keterkaitan unsur-unsur geografi dan penduduk, serta ciri-ciri negara maju dan berkembang 10. Mendeskripsikan perkembangan lembaga internasional, kerja sama internasional dan peran Indonesia dalam kerja sama dan perdagangan internasional, serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia 11. Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi serta mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam memenuhi kebutuhannya 12. Mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi berupa kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan l. Seni Budaya SMP/MTs Seni Rupa 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan melalui gambar bentuk obyek tiga dimensi yang ada di daerah setempat 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan melalui gambar/ lukis, karya seni grafis dan kriya tekstil batik daerah Nusantara 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa Nusantara dan mancanegara. Seni Musik 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu daerah setempat secara perseorangan dan berkelompok. 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu tradisional nusantara secara perseorangan dan kelompok 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu mancanegara secara perseorangan dan kelompok Seni Tari 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari tunggal dan berpasangan/kelompok terhadap keunikan seni tari daerah setempat 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari tunggal dan berpasangan/kelompok terhadap keunikan seni tari Nusantara 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari tunggal dan berpasangan/kelompok terhadap keunikan seni tari mancanegara Seni Teater 1. Mengapresiasi dan bereksplorasi teknik olah tubuh, pikiran dan suara 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni teater terhadap keunikan dan pesan moral seni teater daerah setempat 25
3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni teater terhadap keunikan dan pesan moral seni teater Nusantara 4. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni teater tradisional, modern dan kreatif terhadap keunikan dan pesan moral seni teater daerah setempat, Nusantara dan mancanegara m. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SMP/MTs 1. Mempraktekkan variasi dan kombinasi teknik dasar permainan, olahraga serta atletik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 2. Mempraktekkan senam lantai dan irama dengan alat dan tanpa alat 3. Mempraktekkan teknik renang dengan gaya dada, gaya bebas, dan gaya punggung 4. Mempraktekkan teknik kebugaran dengan jenis latihan beban menggunakan alat sederhana 5. Mempraktekkan kegiatan-kegiatan di luar kelas seperti melakukan perkemahan, penjelajahan alam sekitar dan piknik 6. Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan, mengenal berbagai penyakit dan cara pencegahannya serta menjauhi narkoba n. Keterampilan SMP/MTs Kerajinan 1. Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan untuk fungsi pakai/hias berbahan lunak alami maupun buatan dengan teknik lipat, potong dan rekat serta teknik butsir dan cetak dengan ragam hias tradisional, mancanegara maupun modifikasinya 2. Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan jahit dan sulam dengan ragam hias tradisional, mancanegara maupun modifikasinya 3. Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan anyaman dan makrame 4. Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dengan teknik potong sambung dan teknik potong konstruksi dengan ragam hias tradisional, mancanegara maupun modifikasinya 5. Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dengan teknik sayat dan ukir dengan ragam hias tradisional, mancanegara maupun modifikasinya Teknologi Rekayasa 1. Mengapresiasi dan menciptakan karya teknologi rekayasa alat penerangan dan alat yang menimbulkan suara dengan listrik arus lemah (baterai) 2. Mengapresiasi dan menerapkan karya teknologi rekayasa penjernihan air dengan teknologi mekanis dan teknologi kimia 26
3. Mengapresiasi dan membuat benda teknologi rekayasa alat yang berputar secara mekanis dan digerakkan dengan listrik Teknologi Budidaya 1. Mengapresiasi dan menerapkan teknologi budidaya pemeliharaan dan perawatan hewan unggas petelor dan bibit hewan unggas 2. Mengapresiasi dan menerapkan teknologi budidaya tanaman obat dan tanaman hias yang menggunakan media tanah 3. Mengapresiasi dan menerapan teknologi budidaya ikan air tawar dan ikan hias air tawar di dalam kolam Teknologi Pengolahan 1. Mengapresiasi dan menerapkan teknologi pengolahan manisan basah dan kering bentuk padat dari bahan nabati 2. Mengapresiasi dan menerapkan teknologi pengolahan produk pengawetan bahan mentah nabati dan hewani dengan cara diasinkan 3. Mengapresiasi dan menerapkan teknologi pengolahan produk pengawetan bahan nabati dan hewani dengan cara dikeringkan o. Teknologi Informasi dan Komunikasi SMP/MTs 1. Memahami penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan prospeknya di masa datang 2. Menguasai dasar-dasar ketrampilan komputer 3. Menggunakan perangkat pengolah kata dan pengolah angka untuk menghasilkan dokumen sederhana 4. Memahami prinsip dasar internet/intranet dan menggunakannya untuk memperoleh informasi 27



Readmore »»

SMPIT OIS Depok, Visi Misi



Readmore »»

SOP Proses Pengajaran



Readmore »»
13.4.10 | 4:37 PM | 0 Comments

Selamat Datang



Readmore »»
2.11.09 | 1:13 PM | 0 Comments

List of My Management Foundation

List of Managements Foundation
LETTER OF DECISION
No: 001/SK/Q-Ilmu, Int/VI/2003
About: Creation and validation of the Q-Science Foundation Executives
Considering: That in accordance with the Foundation in the work plan
implement the short term, term
medium and long term.

Given: 1. Articles of Association and bylaws of the Foundation.
2. Basic policy and vision of the Foundation.

Noting: Quality of available Human Resources and Facilities

MEMUTUSCAN and SET

1. Beginning on June 20, 2003 lifting of Managements:
a. H. Syarief Djalil.MA as a coach.
b. Nasihin Ust.Anwar as a coach.
c. H. Pudjiastuti as chairman.
d. Widayanti as Treasurer
e. H. SE Noviastuti as Secretary.
f. Lily Sulianto.SE as Chairman of the Education Sector.
g. Abdunaser.S.Ag Aziz as the Head of Da'wah.
h. Hery Trianto.SE.MM as a Member.

To cooperate and work as an Executive Committee, Q-Science Foundation to develop, coordinate, establish and Succeed in work programs, Q-Science Foundation.

2. The management of the specified period of sub-5 (five) years since the Decree was Issued and Can be re-elected based on consensus, Q-Science Foundation.

3. To submit this decision to the Parties Concerned to notes and / or implemented Held As They Should Be with a record of changes / review of In the future if there are errors ins this Ordinance.

Defined in: Depok
On: May 6, 2003

Q-Science Foundation


Hj.Pudjiastuti
--------------------
Foundation Chairman

closed Readmore »»

Multiplying two 2-digit numbers
(same 1st digit)
1. Select two 2-digit numbers with the same first digit.
2. Multiply their second digits (keep the carry). _ _ _ X
3. Multiply the sum of the second digits by the first digit,
add the carry (keep the carry). _ _ X _
4. Multiply the first digits (add the carry). X X _ _
Example:
1. If the first number is 42, choose 45 as the second number (any 2-digit number with first digit 4).
2. Multiply the last digits: 2 × 5 = 10 (keep carry)
_ _ _ 0
3. Multiply the sum of the 2nd digits by the first:
5 + 2 = 7; 7 × 4 = 28; 28 + 1 = 29 (keep carry)
_ _ 9 _
4. Multiply the first digits (add the carry)
4 × 4 = 16; 16 + 2 = 18
1 8 _ _
5. So 42 × 45 = 1890.

See the pattern?
1. If the first number is 62, choose 67 as the second number
(any 2-digit number with first digit 6).
2. Multiply the last digits: 2 × 7 = 14 (keep carry)
_ _ _ 4
3. Multiply the sum of the 2nd digits by the first (add carry):
2 + 7 = 9; 6 × 9 = 54; 54 + 1 = 55 (keep carry)
_ _ 5 _
4. Multiply the first digits (add the carry)
6 × 6 = 36; 36 + 5 = 41
4 1 _ _
5. So 62 × 67 = 4154.
Multiplying two 2-digit numbers
(same 1st digit, 2nd digits sum to 10)
1. Both numbers should have the same first digit.
2. Choose second digits whose sum is 10.
3. Multiply the first digit by one number greater than itself; this number will be the first part of the answer:
X X _ _.
4. Multiply the two second digits together; the product
will be the last part of the answer: _ _ X X.
Note: If the two second digits are 1 and 9 (or, more generally, have a product that is less than ten), insert a 0 (zero) for the first X in step 4.
(Thanks to Michael Richardson, age 10, for this note.)
Example:
1. If the first number is 47, choose 43 as the second number (same first digit, second digits add to 10).
2. 4 × 5 = 20 (multiply the first digit by one number greater than itself): the first part of the answer is
2 0 _ _.
3. 7 × 3 = 21 (multiply the two second digits together); the last part of the answer is _ _ 2 1.
4. So 47 × 43 = 2021.
See the pattern?
1. If the first number is 62, choose 68 as the second number (same first digit, second digits add to 10).
2. 6 × 7 = 42 (multiply the first digit by one greater), the first part of the answer is 4 2 _ _.
3. 2 × 8 = 16 (multiply the two second digits together); the last part of the answer is _ _ 1 6.
4. So 62 × 68 = 4216.
Multiplying two 2-digit numbers
(same 2nd digit)
1. Both numbers should have the same second digit.
2. Choose first digits whose sum is 10.
3. Multiply the first digits and add one second: X X _ _.
4. Multiply the second digits together: _ _ X X.
Example:
1. If the first number is 67, choose 47 as the second number (same second digit, first digits add to 10).
2. Multiply the 1st digits, add one 2nd.
6x4 = 24, 24+7 = 31. 3 1 _ _
3. Multiply the 2nd digits. 7x7 = 49 _ _ 4 9
4. So 67 × 47 = 3149.
See the pattern?
1. If the first number is 93, choose 13 as the second number (same second digit, first digits add to 10).
2. Multiply the 1st digits, add one 2nd. 9x1 = 9, 9+3 = 12.
1 2 _ _
3. Multiply the 2nd digits. 3x3 = 9 _ _ 0 9
4. So 93 × 13 = 1209.
Multiplying two selected 3-digit numbers
(middle digit 0)
1. Select a 3-digit number with a middle digit of 0.
2. Choose a multiplier with the same first two digits, whose third digit sums to 10 with the third digit of the first 3-digit number.
3. The first digit(s) will be the square of the first digit:
X _ _ _ _ or X X _ _ _ _.
4. The next digit will be the first digit of the numbers:
_ X _ _ _ or _ _ X _ _ _.
5. The next digit is zero: _ _ 0 _ _ or _ _ _ 0 _ _.
6. The last two digits will be the product of the third digits:
_ _ _ X X or _ _ _ _ X X.
Example:
1. If the first number is 407, choose 403 as the second number (same first digits, second digits add to 10).
2. 4 × 4 = 16 (square the first digit): 1 6 _ _ _ _.
3. The next digit will be the first digit of the numbers:
_ _ 4 _ _ .
4. The next digit is zero: _ _ 0 _ _ .
5. 7 × 3 = 21 (the last two digits will be the product of the third digits: _ _ _ 2 1.
6. So 407 × 403 = 164021.
See the pattern?
1. If the first number is 201, choose 209 as the second number (same first digits, second digits add to 10).
2. 2 × 2 = 4 (square the first digit): 4 _ _ _ _.
3. The next digit will be the first digit of the numbers:
_ 2 _ _ _ .
4. The next digit is zero: _ _ 0 _ _ .
5. 1 × 9 = 09 (the last two digits will be the product of the third digits: _ _ _ 0 9.
6. So 201 × 209 = 42009.
Multiplying two selected 3-digit numbers
(middle digit 1)
1. Select a 3-digit number with a middle digit of 1.
2. Choose a multiplier with the same first two digits, whose third digit sums to 10 with the third digit of the first 3-digit number.
3. The last two digits will be the product of the first digits:
_ _ _ 0 X or _ _ _ _ X X.
4. The third digit from the right will be 2:
_ _ 2 _ _ or _ _ _ 2 _ _ .
5. The next digit to the left will be 3 times the first digit of the number (keep carry):
_ X _ _ _ or _ _ X _ _ _.
6. The first digits will be the square of the first digit plus the carry:
X _ _ _ _ or X X _ _ _ _.
As you determine the digits in the answer from right to left, repeat them to yourself at each step until you have the whole answer.
Example:
1. If the first number is 814, choose 816 as the second number (same first digits, second digits add to 10).
2. 4 × 6 = 24 (multiply the first digits) - last two digits:
_ _ _ _ 2 4.
3. The third digit from the right is 2: _ _ 2 _ _ .
4. 8 × 3 = 24 (the next digit to the left is 3 times the first digit (keep carry 2): _ _ 4 _ _ _ .
5. 8 × 8 = 64; 64 + 2 = 66 ( the first digits are the square of the first digit plus the carry: 6 6 _ _ _ _.
6. So 814 × 816 = 664224.
See the pattern?
1. If the first number is 317, choose 313 as the multiplier (same first digits, second digits add to 10).
2. 7 × 3 = 21 (multiply the first digits) - last two digits:
_ _ _ _ 2 1.
3. The third digit from the right is 2: _ _ 2 _ _ .
4. 3 × 3 = 9 (the next digit to the left is 3 times the first digit (no carry): _ 9 _ _ _ .
5. 3 × 3 = 9 ( the first digits are the square of the first digit: 9 _ _ _ _.
6. So 317 × 313 = 99221.
Multiplying two selected 3-digit numbers
(middle digit 2)
1. Select a 3-digit number with a middle digit of 2.
2. Choose a multiplier with the same first two digits, whose third digit sums to 10 with the third digit of the first 3-digit number.
3. The last two digits will be the product of the third digits: _ _ _ _X X.
4. The third digit from the right will be 6: _ _ 6 _ _.
5. The next digit to the left will be 5 times the first digit of the number (keep carry): _ _ X _ _ _.
6. The first digits will be the square of the first digit plus the carry: X X _ _ _ _.
As you determine the digits in the answer from right to left, repeat them to yourself at each step until you have the whole answer.
Example:
1. If the first number is 622, choose 628 as the second number (same first digits, third digits add to 10).
2. 2 × 8 = 16 (multiply the third digits) - last two digits:
_ _ _ _ 1 6.
3. The third digit from the right is 6: _ _ 6 _ _ _.
4. 5 × 6 = 30 (the next digit to the left is 5 times the first digit (keep carry 3): _ _ 0 _ _ _ .
5. 6 × 6 = 36; 64 + 3 = 39 ( the first digits are the square of the first digit plus the carry: 3 9 _ _ _ _.
6. So 622 × 628 = 390616.
See the pattern?
1. If the first number is 221, choose 229 as the second number (same first digits, third digits add to 10).
2. 1 × 9 = 9 (multiply the third digits) - last two digits:
_ _ _ 0 9.
3. The third digit from the right is 6: _ _ 6 _ _.
4. 5 × 2 = 10 (the next digit to the left is 5 times the first digit (keep carry 1): _ 0 _ _ _ .
5. 2 × 2 = 4; 4 + 1 = 5 ( the first digits are the square of the first digit plus the carry: 5 _ _ _ _.
6. So 221 × 229 = 50609.
Multiplying two selected 3-digit numbers
(middle digit 3)
1. Select a 3-digit number with a middle digit of 3 (last digit not zero).
2. Choose a multiplier with the same first two digits, whose third digit sums to 10 with the third digit of the first 3-digit number.
3. The last two digits will be the product of the third digits: _ _ _ _ X X.
4. The third digit from the right will be 2: _ _ 2 _ _.
5. The next digit to the left will be 7 times the first digit of the number plus 1 (keep carry): _ _ X _ _ _.
6. The first digits will be the square of the first digit plus the carry: X X _ _ _ _.
As you determine the digits in the answer from right to left, repeat them to yourself at each step until you have the whole answer.
Example:
1. If the first number is 631, choose 639 as the second number (same first digits, third digits add to 10).
2. 1 × 9 = 09 (multiply the third digits) - last two digits:
_ _ _ _ 0 9.
3. The third digit from the right is 2: _ _ 2 _ _ _.
4. 7 × 6 = 42, 42 + 1 = 43 (the next digit to the left is 7 times the first digit plus 1 (keep carry 4): _ _ 3 _ _ _ .
5. 6 × 6 = 36; 36 + 4 = 40 ( the first digits are the square of the first digit plus the carry: 4 0 _ _ _ _.
6. So 631 × 639 = 403209.
See the pattern?
1. If the first number is 236, choose 234 as the second number (same first digits, third digits add to 10).
2. 6 × 4 = 24 (multiply the third digits) - last two digits: _ _ _ _ 2 4.
3. The third digit from the right is 2: _ _ 2 _ _ _.
4. 7 × 2 = 14, 14 + 1 = 15 (the next digit to the left is 7 times the first digit plus 1 (keep carry 1): _ _ 5 _ _ _ .
5. 2 × 2 = 4; 4 + 1 = 5 ( the first digits are the square of the first digit plus the carry: 0 5 _ _ _ _.
6. So 236 × 234 = 55224.
Multiplying two selected 3-digit numbers
(middle digit 4)
1. Select a 3-digit number with a middle digit of 4 (last digit not zero).
2. Choose a multiplier with the same first two digits, whose third digit sums to 10 with the third digit of the first 3-digit number.
3. The last three digits will be 0 and the product of the third digits: _ _ _ 0 X X.
4. The third digit from the right will be 9 times the first digit + 2 (keep the carry): _ _ X _ _.
5. The first two digits will be the square of the first digit plus the carry: X X _ _ _ _.
As you determine the digits in the answer from right to left, repeat them to yourself at each step until you have the whole answer.
Example:
1. If the first number is 541, choose 549 as the second number (same first digits, third digits add to 10).
2. Last three digits: 0 and the product of the third digits: 1 × 9 = 9: _ _ 0 0 9
3. Next digit: 9 times the first digit + 2: 9 × 5 = 45, 45 + 2 = 47 (keep carry 4): _ _ 7 _ _ _
4. First two digits: square the first and carry: 5 × 5 = 25, 25 + 4 = 29: 2 9 _ _ _ _
5. So 541 × 549 = 297009.
See the pattern?
1. If the first number is 344, choose 346 as the second number (same first digits, third digits add to 10).
2. Last three digits: 0 and the product of the third digits: 4 × 6 = 24: _ _ 0 2 4
3. Next digit: 9 times the first digit + 2: 9 × 3 = 27, 27 + 2 = 29 (keep carry 2): _ _ 9 _ _ _
4. First two digits: square the first and carry: 3 × 3 = 9, 9 + 2 = 11: 1 1 _ _ _ _
5. So 344 × 346 = 119024.
Multiplying two selected 3-digit numbers
(middle digit 5)
1. Select a 3-digit number with a middle digit of 5 (last digit not zero).
2. Choose a multiplier with the same first two digits, whose third digit sums to 10 with the third digit of the first 3-digit number.
3. The last three digits will be 0 and the product of the third digits: _ _ _ 0 X X.
4. The third digit from the right will be the first digit + 3 (keep the carry): _ _ X _ _.
5. The first digit will be the first digit times the next number plus the carry: X X _ _ _ _.
Repeat those digits from left to right as you get them.
Example:
1. If the first number is 752, choose 758 as the second number (same first digits, third digits add to 10).
2. Last three digits: 0 and the product of the third digits:
2 × 8 = 16: _ _ 0 1 6
3. Next digit: first digit + 3: 7 + 3 = 10 (keep carry 1):
_ _ 0 _ _ _
4. First two digits: first digit times next number plus carry: 7 × 8 = 56, 56 + 1 = 57: 5 7 _ _ _ _
5. So 752 × 758 = 570016.
See the pattern?
1. If the first number is 654, choose 656 as the second number (same first digits, third digits add to 10).
2. Last three digits: 0 and the product of the third digits:
4 × 6 = 24: _ _ 0 2 4
3. Next digit: first digit + 3: 6 + 3 = 9: _ _ 9 _ _ _
4. First two digits: first digit times next number:
6 × 7 = 42: 4 2 _ _ _ _
5. So 654 × 656 = 429024.
Readmore »»
28.10.09 | 9:33 AM | 0 Comments
Komputer dan Pendidikan

Tanggung jawab sekolah yang besar dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan siswa untuk mengahadapi tantangan-tantangan dalam masyarakat sangat cepat perubahannya. Sala satu dari tantangan yang dihadapi oleh para siswa adalah menjadi pekerja yang bermutu.

Kemampuan berbicara dalam bahasa asing dan kemahiran komputer merupakan dua kriteria utama yang pada umumnya diajukan sebagai syarat untuk memasuki lapangan kerja di Indonesia ( dan di seluruh dunia ). Mengingat sekitar 20-30 % dari lulusan SMU di seluruh wilayah Nusantara ini yang melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi, dan dengan adanya komputer yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia, maka dibutuhkan suatu tanggung jawab yang besar terhadap system pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kemahiran komputer bagi para siswa kita.
Biaya yang dibutuhkan untuk mempersiapkan belajar komputer di sekolah akan mahal.
Bagaimana pemerintah akan mampu membiayai pembangunan ini ?
Memberikan apa yang dibutuhkan, bagaimana pemerintah dapat mengelak untuk tidak membiayai pembangunan ini ?
Apakah pemerintah harus membiayai secara penuh untuk pembangunan ini ?
Dalam menghadapi masalah ini beberapa sekolah swasta dan negeri yang telah mengambil langkah maju. Pada beberapa sekolah mereka telah membangun hubungan yang sangat erat dengan masyarakat setempat dan melakukan sebuah lompatan yaitu dengan mengundang para masyarakat penyumbang untuk membangun fasilitas dasar komputer. Sekolah ini telah membuktikan bagaimana mengatasi salah satu masalah terbesar dalam pengenalan teknologi ke sekolah-sekolah di Indonesia secara berkesinambungan. Keefektifan system yang berkesinambungan ini sudah tumbuh lama ketika masyarakat setempat memahami bagaimana pentingnya teknologi bagi anak-anak mereka. Dalam hal ini kami telah mempelajari bahwa, sekolah-sekolah yang bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk membangun fasilitas cenderung berkembang secara teratur dan juga meningkatkan dukungan dari masyarakat setempat.
Kesinambungan adalah faktor utama. Pada program di masa lalu untuk menyediakan teknologi ke sekolah kebanyakan mencapai sedikit sukses dalam jangka waktu yang cukup lama dan jarang sekali menunjukkan perkembangan. Persyaratan mengenai laboratorium bahasa adalah contoh yang umum. Biasanya ada enam masalah utama, yaitu ;
Anggaran untuk perawatan fasilitas awal tidak tersedia.
Pelatihan biasanya terlalu spesifik dan tidak berhubungan dengan kebutuhan di lapangan atau perubahan sikap.
Tidak tersedianya karyawan untuk perawatan rutin dan pengembangannya.
Tidak tersedianya teknisi ahli atau terlalu mahal
Materi yang sesuai untuk mengajar tidak tersedia
Lemahnya kondisi kerja guru di lapangan mendorong bahwa mereka tidak dapat membagi waktu untuk mengembangkan materi mengajar secara kreatif.
Masalah-masalah ini menjadi lebih luas dalam hal komputer karena tingkat keahlian yang diminta untuk mengembangkan dan merawat fasilitas tersebut sangat tinggi serta kemahiran komputer mempunyai nilai jual yang sangat tinggi pula. Saran untuk memberi pelatihan karyawan di sekolah tidak berlaku dalam konteks yang ada saat ini. Karena siapa saja yang mengembangkan diri untuk mencapai posisi tingkat ahli, mereka di sektor komersil dapat menghasilkan sepuluh kali lipat dari apa yang mereka dapat di sekolah, jadi mungkin saja mereka akan menghabiskan waktu dengan pekerjaan dari luar kantor (hal ini juga menjadi masalah pada karyawan yang memiliki kemampuan di bidang jasa umum).
Bagaimana caranya di beberapa sekolah berhasil membeli komputer, yang mahal dan memerlukan biaya perawatan yang cukup tinggi?
Hanya sedikit sekolah yang berlokasi dilingkungan yang makmur, di mana kelompok orang tua-guru dapat mencapai sejumlah besar uang secara mudah. Walaupun begitu beberapa sekolah yang lain berada di tengah lingkungan di mana tingkat social-ekonominya rendah, tetapi mereka juga berhasil mencapai tingkat yang sama dalam hal pencapaian di bidang pengembangan komputer dan fasilitas lain di lingkungan sekolah mereka. Dua contohnya yaitu SMUN 2 Wonosari di Daerah Istimewa Yogyakarta dan SMUN 23 di Bandung, Jawa Barat. Pendekatan awal yang dilakukan mereka terhadap pengembangan sekolah adalah serupa tapi tak sama. Keduanya menyusun kerberhasilan mereka dengan cara kooperatif dan bekerjasama dengan masyarakat setempat. Walaupun demikian SMUN 2 di Wonosari bergantung kepada penentuan dan pengembangan dari para karyawan itu sendiri. Sedangkan SMUN 23 di Bandung berinisiatif menentukan programnya melalui peranan enterprenur dan mendapatkan sumbangan dari masyarakat dan industri.
Tanpa mengindahkan cara pendekatan yang di tetapkan, sekolah anda dapat memutuskan untuk mengambil beberapa butir penting, yaitu sekolah harus benar-benar obyektif, berkomunikasi pro-aktif terhadap tujuan tersebut, menguntungkan masyarakat setempat dan harus terbuka serta 100 % transparan. Hal ini penting sekali bahwa pengembangan harus direncanakan dengan seksama sehingga meningkatkan kwalitas lulusan pendidikan bagi siswa dapat secara mudah dibicarakan dengan masyarakat. Akan mengherankan sekali jika melihat berapa jumlah dukungan ekstra yang akan dicapai dari masyarakat apabila dibangun suatu "kepercayaan" dan mereka "memahami" akan keuntungannya bagi anak-anak mereka.
Peralatan - perangkat keras apa saja yang diperlukan?
Peraturan yang ada sekarang ini, membatasi jumlah maksimum per kelas untuk 48 siswa. Sementara itu untuk kebutuhan ideal tersebut diperlukan 48 komputer, hal ini menjadi target yang tidak realistis bagi semua sekolah di Indonesia saat ini. Beberapa sekolah telah menunjukkan kepada kami bahwa mereka memulai keberhasilan program ekstra-kurikuler sekolahnya hanya dengan jumlah komputer yang terbatas, melalui penjadwalan ketat. Penulis percaya bahwa target realistis terdekat dalam pertengahan waktu adalah menjadi 24 komputer. Pada kenyataannya hampir seluruh kelas berisi di bawah 48 siswa jadi angka perbandingan bagi siswa terhadap komputer tidak lebih dari 2 :1. Berbagi komputer selama masa awal tahap pelatihan komputer dapat memberikan keuntungan untuk membantu membangun rasa percaya diri dan juga memberikan kesempatan kepada siswa yang lebih mahir, sehingga mereka dapat membantu siswa yang lemah (meningkatkan efisiensi guru). Hal ini bukan berarti sekarang anda harus membeli 24 komputer. Anda bisa memulai program dasar ekstra-kurikuler hanya dengan 2 komputer. Yang terpenting adalah anda memiliki rencana, membuat pengaturan untuk melatih dan memepersiapkan karyawan anda, serta mulai untuk membicarakan masalah komputer tersebut. Penulis pernah mengajar kelas Internet hanya menggunakan satu komputer saja.
CATATAN :
Hampir semua supplier komputer di Indonesia akan melakukan install program apapun sesuai dengan permintaan, demi kepentingan agar komputer tersebut dibeli. Ini adalah salah satu alasan akan sangat pentingnya perencanaan matang mengenai tujuan pelatihan dalam rangka nantinya untuk mengetahui program apa saja yang diminta dan menghemat biaya program (software). Walaupun begitu saya akan merekomendasikan bahwa paling tidak 20 % (lebih disukai semuanya) dari komputer anda memiliki CD ROM drive jadi apabila program spesial yang diminta tetap, maka CD dapat dipergunakan.
Dari pengalaman kami di sekolah-sekolah kelihatannya kebutuhan printer di sekolah minimum 2 (dua).
Readmore »»
18.9.09 | 10:21 AM | 0 Comments


Readmore »»
20.8.09 | 3:50 PM | 0 Comments


Readmore »»
15.4.09 | 9:56 AM | 0 Comments

SMPIT OIS Depok Buktikan Kelebihan kami

Kunjungi kami di lokasi ini dan lihat Output yang kami hasilkan.


Readmore »»
20.2.09 | 3:36 PM | 0 Comments

SMPIT OIS Depok, Proses pendidikan kami


Penerimaan Siswa Baru 2009


















Readmore »»
 
Copyright wellcome © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.